Mungkin kata itu sering dijadikan alasan ketika kita ingin menolak atau enggan untuk menyatakan ‘ya’ saat teman, kerabat, saudara dan rekan sejawat ingin meminta tolong kepada kita.
Kita ditakdirkan hidup dengan kegiatan dan rutinitas yang beragam. Tingkat kesibukan saya mungkin berbeda dengan tingkat kesibukan kalian. Namun yang namanya kesibukan, setiap manusia yang hidup pasti memiliki itu.
Pelajar… mungkin saat ini tengah sibuk menghadapi tes semester.
Mereka selama beberapa hari ini berkutat di depan buku. Menghafal materi pelajaran yang akan diujikan oleh sekolah. Tak ada lagi kegiatan bermain, ngerumpi, atau bahkan jalan-jalan ke mal. Orang tua pun mulai ketat mengawasi anak kesayangannya. Mereka tak ingin hasil tes anak-anaknya mengalami kemunduran.
Guru… sibuk memberi bekal untuk sang murid.
Mulai dari memberi pelajaran di kelas, pemberian les, pemberian materi yang siap diujikan dan pembuatan soal untuk siswanya tes.
Orangtua… sibuk mengurus keluarga.
Sang ayah sibuk mencari nafkah untuk keluarganya, ibu sibuk mengurus rumahtangga. Mereka juga sibuk memberi wejangan-wejangan kepada anak-anaknya, agar bisa menjadi anak yang berguna.
Pegawai… sibuk mencari uang.
Pergi pagi pulang sore, pergi siang pulang malam… mencari uang demi bertahan hidup.
Pejabat… sibuk mengejar pangkat.
Mulai dari cara yang halal…. sampai cara-cara yang seharusnya tidak pantas untuk dilakukan.
Sikut kiri, sikut kanan…
Sogok atas, injak bawah…
mencari peluang untuk meningkatkan jenjang jabatannya…
Pengusaha… sibuk mengeruk keuntungan.
Mulai dari memperbanyak relasi, rapat sana… rapat sini… mencari peluang bisnis… dan memperbanyak perusahaannya, dari yang wajar… sampai di luar batas kewajaran, itu dilakukannya…
Saya… ??????????
Hari ini sibuk chating…. kemarin sibuk chating…. minggu lalu chating juga…
Besok….??? masa ia seeh masih chating juga?
Tapi yang namanya sibuk itu memang kata keramat…
Tinggal tergantung kita… Bisa apa enggak mengatur waktu, menempatkan kegiatan yang lebih penting diatas yang penting…
sibuk mas?, nggak apa-apa asal jangan lupa ibadah